top of page

Seberapa penting ASI untuk mencegah Stunting?


TUMBUH dengan tubuh kecil pendek bukan salah keturunan. Faktanya, sebagian besar faktor yang mempengaruhi tinggi atau ukuran badan adalah asupan gizi. Hal ini termasuk penyebab masalah stunting yang masih tinggi di Indonesia.

Associate Director Community-based Health and Nutrition Project to Reduce Stunting, MCA -Indonesia, Iing Mursalin, mengatakan bahwa faktor gizi sejak awal perkembangan anak menjadi faktor penentu apakah anak akan tumbuh pendek atau tidak.

“Anak pendek tidak sepenuhnya keturunan, tapi sebagian besar karena faktor gizi. Kalau anak dikasih gizi baik sejak kandungan, lalu ASI eksklusif, anak akan bergizi baik. Banyak penelitian menunjukkan, pemberian ASI sampai dua tahun akan membuat tumbuh kembang optimal,” jelasnya.

Dalam seminar dalam rangka Pekan ASI 2016, di @america di Jakarta, Iing mengungkapkan bahwa hampir 9 juta atau lebih dari 1/3 balita di Indonesia mengalami stunting. Stunting adalah kondisi yang ditandai anak bertubuh pendek karena kekurangan gizi kronis sampai usia 2 tahun.

Sayangnya, masih banyak yang mengira stunting adalah keturunan orangtua atau keluarga. Padahal, pemberian ASI yang tidak optimal adalah faktor yang menyebabkan anak kurang gizi. Hal serupa juga diungkapkan dokter yang juga seorang konsultan laktasi, Falla Adinda.

"Anak bertubuh pendek kecil 10 persen hanya disumbang dari faktor genetik. Sisanya adalah faktor gizi yang dipenuhi sejak usia 0 sampai 2 tahun. Untuk itu, pemenuhan gizi sejak usia kehamilan dan pemberian ASI eksklusif serta ASI yang ditambah MPASI sampai 2 tahun sangat krusial," kata Falla, dokter laktasi sertifikasi SELASI (Sentra Laktasi Indonesia) dan praktisi neuroparenting, pada kesempatan yang sama.


Featured Posts
Recent Posts
Archive
Search By Tags
No tags yet.
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square
bottom of page